Pasang Iklan Anda Disini

Share This Post

Kabar

Tes HIV Positif, Dunia Belum Berakhir

Tes HIV Positif, Dunia Belum Berakhir

Jangan sepelekan tes HIV, deteksi HIV secara dini dapat jadi kunci untuk mengendalikan penyakit HIV-AIDS itu sendiri. Anda pun bisa mengatasi gejala-gejala yang Anda apabila tes HIV positif.

Hari AIDS sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember menjadi momen penting untuk lebih mengenal epidemi satu ini. Terlepas dari stigma negatif yang masih saja dilekatkan pada ODHA (Orang dengan HIV-AIDS), ada baiknya kita mengalihkan fokus kita pada hal-hal positif saja. Ya, bagi Anda yang ternyata setelah melakukan tes HIV positif, tetaplah positif!

Sebagai informasi saja, untuk tertular HIV tak semudah yang orang awam bayangkan. Mungkin Anda sering dengar mitos-mitos mengenai HIV-AIDS yang mengatakan bisa tertular dari ciuman, air liur, keringat dan sebagainya. Wah, sayang sekali sekali kalau berpikir seperti itu. Namun, bukan berarti kita masa bodoh dengan penularan yang ada. Tes HIV tetap penting dilakukan.

Bagaimana Cara Tes HIV?

Tes HIV dapat dilakukan di puskesmas ataupun rumah sakit. Bahkan, tes tersebut tidak memungut biaya. Tes tersebut terbagi atas tiga tahapan yaitu: Pra-tes, tes HIV (pengambilan sample darah) dan pasca-tes. Pada tahap pertama, Anda akan dibekali pengetahuan mengenai HIV dan AIDS. Pembekalan tersebut termasuk bagaimana nanti kalau ternyata tes menyatakan positif.

Pada tes HIV sendiri, terdapat beberapa jenis tes yakni tes standar yang terdiri atas rapid tes, EIA atau Elisa. Jika pada tes tersebut dinyatakan positif maka akan dilakukan konfirmasi dengan menggunakan tes Western Blot. Tes tersebut punya akurasi hingga 99,5. Hasilnya dapat diperoleh dalam satu hari saja.

Nah, bagaimana kalau ternyata tes HIV positif? Tenang, dunia belum berakhir. Anda dapat ‘hidup normal’. Caranya?

1.     Proteksi diri dengan asuransi yang tepat

Memang sayangnya, kebanyakan asuransi jiwa ataupun asuransi kesehatan jarang yang meng-cover HIV-AIDS sebagai penyakit yang dapat menerima manfaat. Semoga ke depannya akan lebih baik lagi. Akan tetapi, bukan berarti tidak ada asuransi yang melindungi para pengidap HIV-AIDS. Coba lakukan pencarian. Beberapa asuransi ada yang memberikan perlindungan terhadap pasien yang sebelumnya tidak mengidap HIV-AIDS dan ada juga yang cover secara pre-existing condition alias memang penyakit bawaan.

2.     Disiplin

Mereka yang diidentifikasi sebagai ODHA mesti mendapatkan penanganan yang tepat, termasuk konsumsi obat seperti misalnya ARV. Nah, oleh karena itu, Anda mesti disiplin untuk mengingat jadwal minum obat. Jangan takut, ilmu kedokteran telah semakin canggih. Kebanyakan pengobatan tersebut sekarang sudah lebih aman dan tolerasi terhadap efek samping. Anda akan tetap bisa beraktivitas seperti biasa hingga dekade-dekade mendatang.

3.     Hidup sehat

Berbarengan dengan sikap disiplin, jalani pola hidup sehat akan memberikan rasa nyaman terhadap Anda. Tak hanya mereka penderita AIDS saja sebenarnya, semua dari kita mesti menerapkan pola hidup sehat jika ingin menikmati hidup yang sehat dan bahagia.

Sebagai pengingat, meski Anda sudah merasa membaik tetaplah jalani perawatan yang memang dianjurkan oleh dokter. Menghentikan penanganan yang telah Anda jalani hanya akan membuat virus HIV mengalami resistensi dalam tubuh.

Bicara soal HIV-AIDS, semoga stigma negatif dan beberapa mitos yang ada semakin berkurang. Termasuk pula dari pihak asuransi kesehatan maupun asuransi jiwa yang sudah ada sekarang ini. Semoga semakin banyak pihak asuransi yang melihat peluang kebutuhan akan perlindungan terhadap penyakit satu ini. Dengan begitu, mereka yang menderita HIV-AIDS setidaknya bisa diringakan bebannya. Salam sehat, para ODHA!

Share This Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Register